Pages

Tampilkan postingan dengan label Penghasilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penghasilan. Tampilkan semua postingan

Lowongan Kerja Lulusan Arsitek - Sipil

Lowongan Kerja


PT. Bintang Dharma Hurip dan KJPP Abdullah Fitriantoro & Rekan, sebuah konsultan skala nasional yang bergerak dibidang Management Property & Business serta Konsultan Penilai yang berkantor pusat di Jakarta serta memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, membutuhkan tenaga profesional untuk ditempatkan di kantor pusat (Jakarta).


Info : Untuk mengetahui detail informasi ini, diharapkan sobat mengisi nama & email disamping kiri untuk mendapatkan link detail informasi ini. Juga nantinya sobat akan mendapatkan sebuah ebook GRATIS dari saya jika telah memasukan nama & email sobat. Segera dapatkan link detail informasi ini sebab lowongan kerja ini hanya dibuka sampai tanggal 14 November 2011.

Satu Sumber Penghasilan

Bertahan dengan Satu Sumber Penghasilan

Mengelola keuangan keluarga dengan hanya satu sumber pendapatan, merupakan suatu keahlian yang patut dipelajari siapa pun. Dengan demikian, setiap pasangan bisa terhindar dari stres akibat finansial, sekaligus meningkatkan kualitas hubungan yang sehat dan bahagia sebagai keluarga.

Realistis
Pastikan suami dan anak-anak memeroleh gambaran yang nyata tentang pendapatan serta anggaran rumah tangga. Setiap anggota keluarga perlu memahami situasi finansial keluarga. Artinya, membuat anggaran rumah tangga yang mencakup semua pemasukan dan pengeluaran, rencana finansial di masa depan, serta persetujuan mengenai prioritas keuangan. Adakan rapat keluarga untuk membicarakan berapa pemasukan dan pengeluaran sebagai keluarga, serta bagaimana mencari jalan keluar untuk menyatukan berbagai kepentingan.

Arti uang
Ajari anak mana uang sejak dini. Tak ada kata terlalu cepat untuk mengajari buah hari Anda keahlian mengelola uang. Mempelajari cara bertahan hidup dengan satu sumber pendapatan merupakan hal yang dapat dipelajari bersama.

Bertahap
Cara cerdas untuk menghemat uang bisa Anda dapatkan di mana-mana, mulai dari internet, buku-buku, majalah, sampai nasihat orang tua, paman, atau bibi. Tapi, Anda tidak harus langsung menerapkan perubahan total sekaligus. Sebaliknya, mulailah secara bertahap, satu demi satu. Dengan demikian, Anda tidak akan merasa kewalahan dan putus asa di tengah jalan.

Puasa belanja
Tetapkan satu atau dua hari dalam seminggu untuk Anda berkomitmen tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Dengan demikian, uang yang tersisih bisa digunakan untuk keperluan-keperluan lain.

Jauhi kartu kredit
Dalam masa-masa sulit, kartu kredit bisa menjadi godaan besar yang mampu memperparah situasi. Jangan menghabiskan uang lebih daripada yang Anda dapatkan. Alih-alih menggunakan kartu kredit, tarik uang tunai untuk membayar berbagai kebutuhan, mulai dari belanja bulanan sampai bensin. Menurut Ethan Ewing, pakar finansial di bliss.com, orang yang membayar makanannya menggunakan kartu kredit menghabiskan lebih 30% lebih banyak dari rata-rata orang yang membayar menggunakan uang tunai.

Keinginan vs kebutuhan
Kemampuan membedakan antara keinginan dengan kebutuhan merupakan kunci kestabilan finansial. Menurut Ewing, baju baru, dekorasi rumah baru, atau TV layar datar baru bukanlah kebutuhan. ''Makanan, cicilan rumah, utilitas, dan perawatan medis adalah kebutuhan. Agar terhindar dari kebingungan membedakan keduanya, tunda pembelian selama paling sedikit 24 jam jika mungkin untuk memikirkannya secara seksama.

Sumber Penghasilan

Sumber-Sumber Penghasilan

Bisnis, biasanya dimulai dengan coba-coba, kadang malah asal-asalan. Dimulai dengan modal seadanya, tempat seadanya, dengan orang yang sama-sama belajar dari nol. Saya kira, dari memulai yang serba kekurangan inilah yang akan membuat kita semakin cerdas dalam berbisnis. Proses bisnis ini akan memberikan pengalaman bisnis yang semakin hari mencerdaskan kita.

Belajar dari pengalaman bisnis setiap hari dan kebutuhan akan kemajuan bisnis kita, mulailah kita memberikan sentuhan manajemen, walaupun itu masih sangat sederhana. Sudah ada bagi-bagi pekerjaan atau bagi-bagi fungsi. Ada yang pegang keuangan, ada yang sudah mulai jadi pemasaran. Ada yang bagian produksi, ada juga yang ngurusi karyawan. Malah terkadang ada beberapa pekerjaan masih dirangkap satu orang. Ini adalah proses menuju bisnis yang sesungguhnya. Artinya, bisnis yang memiliki sistem yang baik. Dengan sudah adanya sistem, kita sebagai pengusaha cenderung mengelola perusahaan dengan full time. Kini, setelah ada sistem, cukup dengan part time.

Oleh karena itu, menurut saya, jika perusahaan kita sudah memiliki sistem yang baik, dan bisnis kita relatif berkembang, maka kesempatan kita untuk mengembangkan bisnis sangat terbuka luas, termasuk membuka bisnis baru. Berdasarkan pengalaman saya, lebih mudah membangun bisnisnya yang ke-2, ke-3, dan seterusnya, daripada ketika memulai bisnis yang pertama. Karena, disaat memulai bisnis yang pertama kita belum mempunyai apa-apa. Sementara, membangun bisnis yang ke-2, ke-3, dan seterusnya lebih mudah karena bisnis kita yang pertama sudah memiliki sistem yang baik. Saya kira, perlu dipertimbangkan matang-matang jika kita ingin mencoba membangun bisnis yang ke-2, seharusnya bisnis kita yang pertama sudah memiliki sistem yang baik.

Dengan aktifitas kita yang sebelumnya full time, dan sebagai entrepreneur menjadi part time, dimungkinkan kita memiliki banyak waktu luang. Banyaknya waktu luang itu, membuat kita sebagai entrepreneur akan lebih fokus dalam menciptakan bisnis-bisnis baru. Menciptakan bisnis baru itu berarti kita telah menciptakan sumber penghasilan baru. Jika perusahaan kita memiliki sistem yang baik, maka manajer dan karyawan akan bekerja sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sehingga, banyak pekerjaan yang sudah terbagi habis oleh para professional di lingkungan bisnis kita. Dalam konteks inilah, entrepreneur tidak harus fokus. Justru yang harus fokus adalah orang-orang yang mengelola bisnis kita. Hanya mungkin, kita harus ikut fokus di awal berdirinya bisnis tersebut. Setelah bisnis kita kelihatan jalan, yah cari fokus yang lain.

Sebagai entrepreneur, sebaiknya kita tidak hanya memiliki satu sumber penghasilan saja. Tetapi bagaimana, kita dapat menciptakan banyak sumber penghasilan. Ibarat kita punya telur sepuluh menetas Sembilan, itu lebih baik dari pada hanya mempunyai satu telur yang menetas. Dengan kita membuat bisnis yang ke-2, ke-3, dan seterusnya, kita berharap mendapatkan penghasilan yang ke-2, ke-3, dan seterusnya. Sehingga, dengan kita memiliki sumber penghasilan, maka kita sebagai pengusaha mempunyai peluang untuk memiliki kebebasan financial.

Semangat kita menciptakan bisnis ke-2, ke-3, dan seterusnya akan punya dampak sosial, yaitu menciptakan lapangan kerja, membagi-bagi keuntungan, dan lain-lain. Artinya, kita sebagai entrepreneur memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Silahkan mencoba!